Tampilkan postingan dengan label Aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 April 2010

Cara Mati Dengan UNIK

0 komentar

1. Meninggal karena berniat menggapai bayangan bulan di air
Penyair Cina Li Po (abad VII-VIII Masehi) merupakan penyair terkenal yang gemar mabuk-mabukan. Suatu saat ia sedang mabuk waktu naik perahu melewati sungai Yangtze. Ia melihat bayangan bulan di air. Karena mabuk, ia berusaha menggapai bayangan itu untuk memeluknya, namun gagal. Alhasil ia jatuh ke air dan tenggelam.

2. Meninggal karena janggut
Hans Steininger merupakan orang Austria yang terkenal karena janggutnya yang terpanjang di dunia. Panjangnya sekitar 140 cm. Pada suatu hari di tahun 1567, terjadi kebakaran yang mengharuskan semua orang lari. Beliau lupa mengikat janggutnya yang panjang. Karena terburu-buru, ia menginjak janggutnya sendiri dan terjatuh. Lehernya patah dan ia pun tewas seketika.

3. Meninggal karena menahan buang air kecil
Tycho Brahe (1546-1601) adalah seorang ahli astronomi. Pada tahun 1601, ia sedang menghadiri jamuan makan besar yang sangat lama, di Praha (sekarang Ceko). Adat pada masa itu meyakini bahwa kabur di tengah jamuan makan, termasuk untuk buang air, adalah sangat tidak sopan. Akibatnya beliau terpaksa menahan buang air kecil selama jamuan. Kandung kemihnya melebar sampai ambang batas, dan terjadilah infeksi (sistitis) yang fatal. Beliau meninggal 11 hari kemudian.

4. Meninggal karena tongkat konduktor
Jean Baptiste Lully merupakan konduktor yang memimpin orkestra pada perayaan kesembuhan Louis XIV dari sakitnya pada tahun 1687. Karena terlalu bersemangat, ia menjatuhkan tongkat konduktor tepat pada ibu jari kakinya. Terjadi abses (infeksi dengan nanah) dan diikuti gangren (pembusukan). Lully menolak amputasi, dan akhirnya ia pun tewas karena infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh.

5. Meninggal karena lidah tergigit
Allan Pinkerton (1819-1884) adalah seorang agen detektif yang terkenal dengan Pinkerton detective agency-nya. Suatu hari ia sedang berjalan di trotoar. Ia terpeleset. Tidak sengaja lidahnya tergigit, dan terjadilah infeksi yang kemudian membunuhnya.

6. Meninggal karena menendang peti
Mirip dengan Lully, tapi ini terjadi di awal abad 20 pada Jack Daniel, seorang pengusaha whiskey terkenal dari Tennessee, Amerika Serikat. Pada suatu subuh ia ingin membuka salah satu peti, namun ia lupa nomor kombinasinya. Ia mengamuk dan menendang peti tersebut. Salah satu jarinya terluka, meradang (infeksi), dan akhirnya menewaskannya.

7. Meninggal karena kulit jeruk
Bobby Leach (1858-1926) adalah seorang stunter. Ia juga orang kedua di dunia yang berhasil menaklukkan air terjun Niagara dengan barrel-nya. Ia meninggal tahun 1926, dua bulan setelah tungkainya diamputasi. Mengapa? Ternyata ia terpeleset akibat menginjak kulit jeruk di jalanan, di Selandia Baru. Tungkainya patah dan terjadi infeksi berat. Saat itu belum ada antibiotik….

8. Meninggal karena parasut gagal mengembang
Pada tahun 1912 Franz Reichelt mengklaim dirinya berhasil mengembangkan jaket berparasut. Suatu penemuan baru. Ia ingin mencobanya dengan melompat dari puncak menara Eiffel. Sebelumnya ia berencana memakai boneka, namun akhirnya tidak jadi. Ia memutuskan menjajal sendiri jaket tersebut. Ternyata, seperti yang dikhawatirkan banyak orang, jaket itu tak berfungsi dan ia pun tewas seketika.

9. Meninggal setelah diracun, ditembak 4 kali, dipukul, dan akhirnya tenggelam
Grigori Rasputin (1869-1916) mula-mula diracun dengan sianida. Dosisnya setara untuk menewaskan 10 orang. Tapi karena diketahui kemudian bahwa sianidanya sudah rusak oleh pemanasan makanan, ia tidak mati. Lalu ia ditembak dari belakang oleh Felix Yusupov dan teman-temannya. Ia tidak mati juga. Ia ditembak lagi 3 kali, tapi tidak mati juga. Akhirnya Rasputih dipukul dengan tongkat dan akhirnya ditenggelamkan ke Sungai Neva yang dingin. Dari hasil autopsi, sebab kematian sebenarnya adalah tenggelam.

10. Meninggal karena bola bisbol
Ray Chapman (1891-1920) dikenal sebagai satu-satunya pemain yang tewas dalam pertandingan bisbol. Ia tewas karena kepalanya kena lemparan bola dari Carl Mays. Pada saat itu, bola bisbol selalu dilumuri tanah oleh pelempar bola sebelum dilemparkan, untuk mempersulit lawan melihat bolanya.

11. Meninggal karena selendang
Isadora Duncan (1877-1927) dikenal sebagai tokoh tarian modern. Ia gemar mengenakan selendang pada saat bepergian. Pada September 1927, ia sedang naik mobil, dengan jendela terbuka (!) dan mobil bergerak dalam kecepatan tinggi. Saat itu ia memakai selendang yang berukuran besar. Karena selendangnya “terbang” sampai ke ban mobil, ia tercekik seketika dari jendela mobil.

12. Meninggal saat membicarakan Hitler
Pada tahun 1943, seorang kritikus nazisme dan fasisme bernama Alexander Woolcott meninggal setelah mengalami serangan jantung saat tengah membicarakan Adolf Hitler.

13. Meninggal di panggung konser
Leslie Harvey, gitaris Stone the Crows, meninggal pada tahun 1972 karena tersengat listrik dari mikrofon yang ia gunakan di panggung konser.

14. Meninggal saat siaran TV
Christine Chubbuck (1944-1974) merupakan satu-satunya reporter televisi yang meninggal di tengah siaran langsung televisi. Ia menembak kepalanya sendiri pada siaran Suncoast Digest (WXLT-TV) tanggal 15 Juli 1974 dengan revolver 38 mm. Chubbuck sebelumnya memang sudah bermasalah dengan depresi yang berlarut-larut.

15. Meninggal karena “dibunuh robot”
Robert Williams sedang berusaha mengambil suatu barang di rak penyimpanan Ford Motor’s Flat Rock karena robot sedang tidak berfungsi. Tiba-tiba robot bergerak dan lengan robot tersebut membentur kepala Williams. Ia tewas seketika pada 25 Januari 1979. Hanya 2 tahun berselang, kecelakaan serupa terjadi di Jepang. Kenji Urada gagal mematikan robot yang akhirnya secara tidak sengaja mendorong tubuhnya ke dalam mesin giling (!).

16. Meninggal karena terpenggal helikopter
Victor Morrow (1929-1982) dan 2 orang aktor anak yang bersamanya tewas karena terpenggal baling-baling helikopter saat sedang syuting untuk film Twilight Zone, pada tahun 1982. Kasus ini mendorong pemerintah Amerika Serikat merevisi undang-undang perlindungan tenaga kerja anak dan peraturan keamanan serta jaminan keselamatan di lokasi syuting.

17. Meninggal karena kaktus
Masih tahun 1982, David Grundman dan seorang temannya sedang pergi berburu kaktus. Mereka bertemu sebuah kaktus besar. Kaktus ini adalah kaktus Saguaro setinggi hampir 8 meter yang berumur kira-kira 100 tahun. Di depannya ada sebuah kaktus kecil. Mereka menembaki kaktus kecil dulu, berhasil. Sekarang giliran yang besar. Tapi yang terjadi, malah kaktus raksasa tadi tertembak sampai bolong, dan akhirnya jatuh menimpa Grundman. Ia meninggal seketika. Benar-benar balas dendam oleh kaktus!

18. Meninggal karena tutup botol
Tennessee Williams (1911-1983), penulis drama Amerika Serikat, tewas karena tercekik tutup botol yang tertelan saat ia mabuk di sebuah hotel di New York. Hal ini diduga berkaitan dengan kebiasaannya menaruh tutup botol di kedua mata dan mulutnya saat sedang minum-minum.

19. Meninggal saat melawak
Dick Shawn (1924-1987) sedang melawak tentang kampanye politik di Amerika Serikat. Setelah mengatakan “I will not lay down on the job!” (Saya tidak akan meletakkan jabatan!), ia langsung terbaring di lantai. Penonton mengira itu adalah bagian dari lelucon. Tapi karena ia tak bangun-bangun lagi, beberapa petugas panggung pun memeriksanya dan melakukan bantuan napas darurat. Tidak lama kemudian ia pun meninggal.

20. Meninggal saat “rekonstruksi”
Pada tahun 1991, seorang wanita Thailand berusia 57 tahun bernama Yooket Paen, terpeleset kotoran sapi sedang berjalan di kebunnya. Setelah itu ia terpegang sebuah kabel telanjang (tanpa bungkus), dan tersengat listrik sampai meninggal. Setelah pemakamannya, adik Paen datang ke kebun tersebut. Ia juga terpeleset kotoran sapi yang sama, terpegang kabel yang sama, dan meninggal juga.

21. Meninggal karena domba
Pada tahun 1999, Betty Stobbs sedang memberi makan domba-dombanya dengan sepeda motor. Makanan untuk para domba tersebut terletak di bak belakang sepeda motornya. Saat itu, domba-domba tersebut rupanya sedang kelaparan. Mereka pun menyerbu bak belakang tersebut, sampai-sampai Stobbs terlempar ke jurang sedalam 30 meter. Ia belum meninggal karena “lemparan” ini. Namun ke mana sepeda motornya? Ternyata ada tepat di belakangnya, dan ia pun tewas tertimpa sepeda motornya sendiri.

22. Meninggal karena rak buku
November 2006, Mariesa Weber (38 tahun) diduga hilang. Sudah 2 minggu ia tidak ditemukan keluarganya (padahal ia tewas di rumah sendiri!). Namun akhirnya ia ditemukan berada di bawah tumpukan rak buku yang jatuh. Tampaknya ia sedang berusaha mencolok kabel televisi ke colokan listrik, yang hanya bisa dicapai dengan berdiri di atas meja tulis di sebelah rak buku. Namun celakanya ia jatuh dengan kepala lebih dulu, dan rak bukunya ikut jatuh menimpa Weber.

23. Meninggal karena game online
Pada tahun 2005, Lee, seorang Korea Selatan berusia 28 tahun, tewas setelah 50 jam nonstop bermain Starcraft di sebuah warnet di Daegu. Starcraft adalah game online
sumber: http://fan4008.wordpress.com/2010/03/30/23-kiat-mati-dengan-cara-unik/

Rabu, 17 Maret 2010

Sumur Tiban Muncul Setelah Pemilik Rumah Dapat Wangsit

0 komentar
Sumur tiban yang muncul di rumah orang tua Hadi Wijaya (49) di Jalan Simo Magersari 9 tidak muncul secara tiba-tiba. Hadi berkeyakinan kuat jika sumur tiban itu muncul setelah adiknya meninggal dunia, Barbara Mario (35) pada 1 Ferbruari lalu.
"Sumber air ini muncul setelah meninggalnya adik saya," ujar Hadi kepada wartawan di rumah orang tuanya, Jalan Simo Magersari, Senin (15/3/2010).
Secara runut, Hadi menceritakan awal mula munculnya sumur tiban tersebut. Saat adiknya meninggal dunia, Hadi sedang menjalani lelaku di kawasan Malang selatan. Saat mendengar berita itu, Hadi mempunyai 2 pilihan. Pertama, datang ke pemakaman adiknya dengan risiko putus dari lelaku yang dijalani dan kedua tetap meneruskan lelaku yang sudah lama dijalani.
"Akhirnya saya memutuskan meneruskan lelaku. Kalau saya paksakan pulang, toh saya mungkin tak sempat menyaksikan adik saya dimakamkan," tambah Hadi.
Beberapa hari kemudian Hadi baru bisa pulang. Saat 7 hari peringatan kematian adiknya, Hadi berdoa agar adiknya nomor empat tersebut bisa masuk surga dan diampuni seluruh dosanya. Tiba-tiba, bapak 5 anak itu mendapat wangsit jika di bawah lantai tempatnya berdoa terkubur pusaka milik orang tuanya.
"Wangsit itu mengatakan ada 3 pusaka di lantai tempat saya berdoa. Lantai itu dulunya adalah kamar orang tua saya," lanjut Hadi.

Tiga Keris Tersimpan di Lantai
Dalam wangsit itu disebutkan pula jika 3 pusaka dalam bentuk keris itu mempunyai nama, Pamengku Jagad, Naga Sasra dan Samber Nyawa. Hadi sendiri percaya itu adalah pusaka bapaknya, Marsaid, yang dulunya adalah pejuang melawan penjajah. Namun saat akan diambil, Hadi mendapat wangsit lagi yang menyebutkan jika pusaka itu dijaga oleh seorang Suromenggolo.
Sang Suromenggolo mengizinkan pusaka itu diambil namun dengan syarat. Hadi harus menyediakan sesaji berupa kepala kerbau, ayam berbulu putih mulus dengan bulu terbalik dan tumpeng. kepala kerbau diperolehnya di Lumajang sedangkan ayam diperolehnya di Lamongan.
"Sesaji itu kemudian saya larung di pantai Madura dekat jembatan Suramadu. Saat dilarung, pantai dalam keadaan surut sehingga saya harus berjalan 2 km lalu naik sampan," tutur Hadi yang berprofesi sebagai pedagang.
Setelah sesaji dilarung, 4 ubin pada lantai yang dimaksud tiba-tiba pecah. Penasaran, Hadi pun membongkar sendiri lantai tersebut. Saat dibongkar, ternyata ditemukan 7 saf batu bata merah yang disusun bertumpuk bersilangan. Setelah batu bata terakhir diambil barulah terlihat tanah. Saat tanah itu digali, Hadi kaget karena tiba-tiba air itu keluar dari tanah. Air itu terus mengalir meski sudah dikuras. Pusaka tentu saja tidak didapatkan, tetapi Hadi mendapat ganti yakni sebuah batu bundar berwarna hitam.
"Sudah habis 7 ember besar tetapi air terus mengalir," urai Hadi.
7 hari sesudah penggalian tersebut, Hadi mendapat wangsit lagi. Wangsit itu mengaku jika air itu bermanfaat tetapi dilarang diberitahukan kepada orang lain. Saat itu dalam diri hadi timbul kekhawatiran, kalau lubang galian itu dibiarkan saja, maka orang-orang akan melihatnya saat peringatakan 40 hari kematian adiknya.
Karena itu Hadi menyuruh seorang tukang dari Malang yang juga masih kerabatnya untuk membuat agar lubang itu tak terlihat seperti sumur. Maka dibuatlah sebuah tutup yang menyamarkan adanya lubang galian pada lantai tersebut.
"Saya menyuruh tukang itu agar tak memberitahukan adanya sumber air itu ke orang lain," kata Hadi.
Tetapi apa yang terjadi kemudian tidaklah begitu. Begitu acara 40 hari peringatan meninggalnya adiknya usai, banyak warga sekitar yang mendatangi rumah orang tuanya tersebut. Mereka meminta air yang katanya berkhasiat menyembuhkan penyakit. Tak ingin mengecewakan orang yang sudah datang, Hadi pun memberi apa yang warga inginkan.

sumber : detik.com